Penjualan Kue Basah Menurun, Mardho Buat Inovasi Kue Sus dengan Isi Durian

Agar tak merumahkan karyawannya Mardho membuat inovasi baru yakni menjual kue sus

Penjualan Kue Basah Menurun, Mardho Buat Inovasi Kue Sus dengan Isi Durian
Istimewa
Kue Durian khas Palembang Harum 

TRIBUNSUMSELTRAVEL.COM, PALEMBANG - Dampak pandemi Covid 19 apalagi dibarengi pula dengan Ramadan dan sebentar lagi Idul Fitri begitu dirasakan oleh pengusaha kuliner dan juga pemilik toko Palembang Harum, Mardho Tilla.

"Ya apalagi kan Palembang bakal menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada H+2 Idul Fitri disitu saya harus mutar otak agar tidak merumahkan karyawan saya," ujar pria yang pernah meraih gelar Pemuda Pelopor pada 2016 lalu ini.

Agar tak merumahkan karyawannya Mardho membuat inovasi baru yakni menjual kue sus yang isinya Durian.

"Pemesanan kue basah pasti menurun jadi saya sudah siapkan inovasi dengan menjual kue Durian, bentuknya seperti kue sus dan isinya Durian yang langsung diantar oleh kurir kami ke rumah pembeli jadi mereka tidak perlu datang ke toko kami," jelasnya.

Inovasi ini ditanggapi positif oleh para pelanggannya. "Inovasi sudah berjalan seminggu yang lalu. Nah, kue Durian khas Palembang Harum ini dijual dengan bentuk seperti kue sus, harganya Rp 29 ribu isi 6," ujarnya.

Untuk diameternya sekitar 8 centimeter (cm). Bisa di cek di Instagram kami @palembangharum, untuk pemesanan, " katanya.

"Ini salah satu cara agar karyawan kami tetap bekerja, ini malah kami nambah karyawan 2 orang dari 5 orang sekarang jadi 7 orang. Alhamdulillah jadilah," katanya.

Sementara itu, diakui oleh Mardho penjualan kue basahnya menurun hingga 30 persen bila dibanding tahun lalu.

"Kalau tahun lalu ratusan kue basah ludes, untuk harga 1 loyang Maksuba dan Lapan Jam tetap kami jual sama seperti tahun lalu, masing masing Rp 300 ribu saja," tutupnya. (elm).

Ikuti kami di
Editor: Melisa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved