Tempat Wisata di Palembang Boleh Buka Kembali, Asal Patuhi Beberapa Hal Ini

Bicara mengenai pariwisata, pariwisata di Palembang tentu terkena dampak pandemi Covid 19 ini beberapa

Tempat Wisata di Palembang Boleh Buka Kembali, Asal Patuhi Beberapa Hal Ini
Istimewa
Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang 

TRIBUNSUMSELTRAVEL.COM, PALEMBANG -Pandemi Covid-19 membawa dampak untuk seluruh sektor baik ekonomi, pendidikan dan yang paling parah adalah untuk sektor pariwisata tempat wisata, hotel dan sebagainya.

Tempat wisata tentunya mengundang keramaian yang dimana saat pandemi Covid 19 seperti ini orang orang masih takut bepergian apalagi liburan ke tempat wisata.

Dan apabila tempat wisata atau hotel dibuka juga harus memiliki protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan dengan alir mengalir, sabun cuci tangan, hand sanitizer dan lainnya.

Bicara mengenai pariwisata, pariwisata di Palembang tentu terkena dampak pandemi Covid 19 ini beberapa tempat wisata bahkan ada yang masih tutup sampai sekarang.

Namun walaupun begitu semua sektor baik itu ekonomi, pendidikan, pariwisata dan lainnya harus siap menghadapi era tatanan normal kehidupan atau new normal life yang akan diterapkan oleh pemerintah RI.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pariwisata Palembang Isnaini Madani saat hadir di event Sumsel Virtual Fest 2020 dengan tema sektor pariwisata di Palembang di era new normal yang disiarkan langsung melalui Youtube Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post mengatakan Pariwisata Palembang siap menghadapi new normal.

"Pariwisata khususnya di Palembang siap, kami mengadakan pertemuan dimotori oleh babeh Herlan dengan unsur Muspida bahwa dengan PSBB kedua yang akan berakhir pada 16 Juni nanti

Kami mempersilahkan tempat wisata buka kembali tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan misalnya pengunjung dan petugas wajib pakai masker, cek suhu, kemudian menyedikan wastafel dengan sabun dan air mengalir," jelasnya, Selasa (9/6/2020).

Kemudian menjaga jarak, dan tak kalah penting kapasitas maksimalnya 50 persen dari kapasitas normal. "Misalnya ada restoran kapasitasnya untuk 50 orang silahkan buka sekarang dengan protokol kesehatan tapi dengan maksimal 50 persen artinya mereka menyediakan 25 tempat duduk di dalam. Itupun berjarak minimal 1 meter, disemprot disinfektan," katanya.

Disinggung perbedaan dari tahun lalu dengan tahun ini, Isnaini mengatakan bahwa perbedaanya sangat jauh. "Pariwisata adalah yang paling terdampak, karena pariwisata ini identik dengan semua larangan yang ada di protokol kesehatan," ujarnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Melisa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved