Ngabuburit Produktif di Tengah Pandemi, Fauzi Bikin Miniatur Motor Gede dari Kaleng Bekas

Ia mengandalkan kaleng-kaleng bekas, menciptakan beberapa jenis miniatur sepeda

Ngabuburit Produktif di Tengah Pandemi, Fauzi Bikin Miniatur Motor Gede dari Kaleng Bekas
Tribunsumseltravel.com/Melisa Wulandari
Ahmad Fauzi sedang membuat miniatur motor gede dari kaleng bekas minuman soda 

TRIBUNSUMSELTRAVEL.COM PALEMBANG - Pemuda asal Palembang, Ahmad Fauzi kini harus bertahan di tengah pandemik covid 19 dengan tetap berkarya dan menghasilkan pundi-pundi uang.

Ia mengandalkan kaleng-kaleng bekas, menciptakan beberapa jenis miniatur sepeda motor diantaranya motor gede alias moge. Kegiatan ini sekaligus ngabuburit menunggu berbuka puasa.

Belasan koleksi miniatur sepeda motor yang ada di kediaman Ahmad Fauzi di jalan Sersan Zaini Ilir Timur Dua Palembang terlihat memukau.

Miniatur Moge dari Kaleng Bekas
Miniatur Moge dari Kaleng Bekas (Tribunsumseltravel.com/Melisa Wulandari)

Beragam varian sepeda motor ia hasilkan, antara lain miniatur motor gede, C-B, trail, skuter hingga sepeda.

"Semua bahannya saya pakai bahan bekas bekas. Mulai dari bodi, rangka, band dan aksesoris lainnya. Kreasi ini juga upaya saya untuk memanfaatkan sampah yang menumpuk tak berguna," jelasnya, Rabu (29/4/2020).

Sekaligus upaya mencari pendapatan di tengah pandemik covid 19, apalagi kota Palembang kini sudah berstatus zona merah.

Ahmad Fauzi sedang membuat Miniatur Moge
Ahmad Fauzi sedang membuat Miniatur Moge (Tribunsumseltravel.com/Melisa Wulandari)

"Sejalan dengan anjuran pemerintah untuk work from home sekaligus ngabuburit produktif, saya semakin rajin menciptakan miniatur motor gede yang memang banyak pesanan online," ujarnya.

Sementara itu, untuk proses pembuatan antara lain membuat pola dan membuat rangka kemudian merangkai bagian-bagian secara detail.

"Nah buat ini itu yang pastinya butuh kesabaran dan keuletan agar hasilnya sempurna. Untuk satu replika motor ini diperlukan waktu empat hingga lima hari, dan dijual mulai Rp 65 ribu hingga Rp 200 ribu," katanya.

Tak hanya dipasarkan ke Sumatera Selatan namun moge mini buatannya ini dipasarkan hingga ke Kalimantan dan kota lainnya.

"Untuk pemasaran, saya hanya mengandalkan penjualan lewat online dan saya berharap pandemik covid 19 ini segera berakhir sehingga saya bisa membuka lapak di sejumlah pameran seperti dulu," tutupnya. (Elm)

Ikuti kami di
Editor: Melisa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved