Menata Pariwisata di Era New Normal, Jangan Euphoria Namun Harus Perlahan

Dyaloka Puspita Ningrum sebagai akademisi memandang walaupun beberapa sektor sudah bersiap menghadapi new normal dia menilai semua pihak harus

Menata Pariwisata di Era New Normal, Jangan Euphoria Namun Harus Perlahan
Tribunsumseltravel.com/Melisa Wulandari
Wahana kiddy pool yang ada di OPI Water Fun Jakabaring Palembang 

TRIBUNSUMSELTRAVEL.COM, PALEMBANG - Walaupun masih harus menghadapi pandemi Covid 19 yang saat ini belum selesai masyarakat Indonesia khususnya Palembang mau tak mau harus menghadapi new normal life.

Dyaloka Puspita Ningrum sebagai akademisi memandang walaupun beberapa sektor sudah bersiap menghadapi new normal dia menilai semua pihak harus menghadapi secara pelan pelan.

"Kelihatannya para stake holder pariwisata baik pemerintah, pelaku usahanya maupun masyarakat sudah mulai bersiap untuk menyambut fase atau gerbang baru khususnya di sektor pariwisata tapi tidak bisa dilakukan secara langsung," katanya saat hadir di event di Sumsel Virtual Fest yang disiarkan langsung melalui Youtube dan FB Tribun Sumsel serta Sripo, Selasa (9/6/2020).

Apalagi di tengah pandemi Covid 19 saat ini karena memang akan beresiko tinggi. "Yang mana tadinya akan berdampak image suatu daerah terutama ketika nanti akan mengembalikan image itu lagi seperti semula," jelasnya.

"Maka dari itu yang saya lihat sebenarnya memang harus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan standar kesehatan yang sudah ditetapkan oleh WHO tapi disisi lain harus melihat juga bahwa kegiatan pariwisata utamanya tidak lepas dari unsur bencana," katanya.

Yang mana sering kali terjadi dari beberapa fenomena fenomena alam yang ada, seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir, tsunami atau bahkan letusan gunung berapi.

"Bahkan sering kali terjadi di beberapa daerah yang ada di Indonesia, tapi menurut saya ada keunikan dari potensi bencana itu sendiri," ujarnya.

"Yang mana bahkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di suatu daerah, di samping adanya bencana itu melihat lagi kekayaan atau panorama Indonesia ini yang memang mengandalkan wisata alam dan budayanya," jelasnya.

Sehingga menarik perhatian calon wisatawan baik itu lokal atau domestik dan mancanegara. "Walaupun di sisi lain mereka sadar ketika mereka datang ke lokasi potensi bencana itu akan membahayakan atau memberi ancaman kepada dirinya ataupun orang orang di sekitarnya," katanya.

"Makanya dalam kegiatan pariwisata ini yang kita kenal dengan wisata bencana, tapi berbeda hal dengan kondisi yang terjadi saat ini dikenal juga pandemi Covid 19 ini juga bisa dikategorikan bencana non alam,

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Melisa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved