Garuda Indonesia Hanya Jual 106 Seat, Calon Penumpang Harus Miliki Syarat Ini Saat Check In

Saat sebelum penerbangan pun pihaknya juga tetap menerapkan standar protokol kesehatan. "Artinya jaga jarak itu diterapkan

Garuda Indonesia Hanya Jual 106 Seat, Calon Penumpang Harus Miliki Syarat Ini Saat Check In
Ilustrasi Hotel/pixaby
Garuda Indonesia 

TRIBUNSUMSELTRAVEL.COM, PALEMBANG - Bila biasanya keberangkatan pesawat plat merah yakni Garuda Indonesia sehari dari bandara SMB II menuju ke Jakarta sampai 7 kali.

Dan total penerbangan dalam satu hari Garuda Indonesia dari Bandara SMB II menuju beberapa kota seperti Lampung, Jambi dan kota lainnya dalam sehari bisa sampai 15 penerbangan namun saat pandemi covid 19 ini tentunya menurun drastis.

GM Garuda Indonesia Sumbagsel Wahyudi Kresna mengatakan kalau saat pandemi covid 19 ini, penerbangan Garuda Indonesia dari bandara SMB II menuju beberapa kota lainnya hanya seminggu 3 kali.

"Itupun persyaratan terbang harus dicek satu persatu, kalau satu saja persyaratan tidak ada yang akan kami tolak jadi waktu penerbangan ini Senin, Rabu dan Jumat alhamdulillah efektif pada 1 Juni lalu Garuda Indonesia sudah kembali terbang setiap hari," jelasnya.

Saat sebelum penerbangan pun pihaknya juga tetap menerapkan standar protokol kesehatan. "Artinya jaga jarak itu diterapkan, di seat tengah pesawat jelas gak kami jual. Seat ekonomi itu dari 150 hanya kami jual 100 seat," ujarnya.

"Dan yang di bisnis class dari 12 seat hanya 6 seat saja. Calon penumpang harus memiliki beberapa syarat ya, tentunya harus ada surat bebas covid 19 dengan hasil rapid tes dan PCR. Kalau rapid tes berlaku 3 hari dan PCR berlaku 1 minggu," katanya.

Dia mengatakan kalau sekarang tidak perlu ada surat tugas dan lainnya. "Di pesawat kami juga dilengkapi dengan saringan membunuh virus atau partikel partikel, kalau pun ada kuman kuman atau virus akan mati karena saringan ini," jelasnya.

"Dan semua penumpang kami harus menggunakan masker, pada saat check in hingga duduk di dalam pesawat harus menggunakan masker. Pada saat masuk ke pesawat juga kami siapkan hand sanitizer. Protokol protokol ini harus dijaga betul. Karena keamanan dan kenyamanan adalah hal utama," katanya.

Bicara mengenai era new normal, Wahyudi mengatakan bahwa ini adalah kesempatan bagi sektor pariwisata. "Sektor pariwisata ini paling parah terkena dampaknya, namun kalau saya melihat peluang dalam artian kita harus coba, kita dorong MICE-nya ini," jelasnya.

"Palembang punya peluang untuk mengembangkan MICE ini. Kami juga memang diwajibkan membuat video mulai dari penumpang mau masuk pesawat, cuci tangan, ukur suhu tubuh. Hal ini memang bagus sekali, kami juga bagikan bahwa di Palembang baik penerbangan, hotel sudah siap menghadapi era new normal," ujarnya.

Sementara itu, tarif penerbangan tidak ada kenaikan walaupun kapasitas dikurangi. "Tetap yanf kami jual harga tertinggi mengenai penurunan sebelum pandemi rata-rata yang datang dan keluar dari bandara SMB II ada sebanyaj 11 ribu orang," katanya.

"Dan sejak April-Mei mengalami penurunan menjadi 500-600 orang bila ditotalkan turun hingag 94 persen. Penurunannya cukup tajam, seluruh airlines mengalami ini," ujarnya. (Elm)

Ikuti kami di
Editor: Melisa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved