Sejarah Masjid Agung Palembang, Masjid Tertua di Palembang dibangun Oleh SMB I

Masjid ini disebut juga masjid Sultan Mahmud Badaruddin I yang dikenal pula dengan sebutan Jayo Wikramo merupakan salah satu

Sejarah Masjid Agung Palembang, Masjid Tertua di Palembang dibangun Oleh SMB I
Tribunsumseltravel.com/Melisa Wulandari
Gerbang depan Masjid Agung Palembang 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSELTRAVEL.COM, PALEMBANG - Masjid kebanggaan masyarakat kota Palembang, masjid Agung berdiri kokoh tepat di pertemuan antara Jalan Merdeka dan Jalan Sudirman, pusat Kota Palembang.

Masjid ini disebut juga masjid Sultan Mahmud Badaruddin I yang dikenal pula dengan sebutan Jayo Wikramo merupakan salah satu masjid tertua di Kota Palembang.

Masjid Agung Palembang ini merupakan bagian peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam.

Peletakan batu pertama masjid ini pada 1738, dan peresmiannya pada Senin 28 Jumadil Awal 115 H atau 26 Mei 1748. Didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I, Jayo Wikramo.

Saat itu, masjid Agung berada di Utara Istana Kesultanan Palembang dan hingga sekarang berada di belakang Benteng Kuto Besak (BKB) yang berdekatan dengan aliran sungai Musi.

Akibat peperangan besar yang berlangsung selama lima hari berturut turut, pada 1819 dan 1821 dilakukan pemugaran. Perbaikan masjid dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda, atap genteng diganti atap sirip dan tinggi menara ditambah.

"Lahan yang dijadikan areal kawasan masjid merupakan wakaf dari Sayyid Umar bin Muhammad Assegaf Althoha dan Sayyid Achmad bin Syech Shahab. Dan nama masjid Sultan diubah menjadi Masjid Agung," ujar Ketua pengurus yayasan masjid Agung Palembang Ir Kgs H Ahmad Sarnubi.

Dia melanjutkan, pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Najamudin (masa pemerintahan 1758-1774) menara masjid dibangun. "Lokasi menara masjid terpisah dari bangunan utama, dan berada di bagian barat. Pola menara masjid berbentuk segi enam setinggi 20 meter," jelasnya.

"Rupa menara masjid menyerupai menara kelenteng. Bentuk atap menara melengkung pada bagian ujung, dan beratap genteng. Lalu menara masjid memiliki teras berpagar yang mengelilingi bangunan menara," katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Melisa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved