Melihat Rumah 100 Tiang di OKI, Syarat Pernikahan Pinangan Putra dari Pangeran Rejed

Meski telah berdiri ratusan tahun, rumah tersebut hingga kini masih bisa kita temukan dan dipelihara dengan baik oleh

Tribunsumsel.com/Nando Zein
Rumah 100 Tiang di Ogan Komering Ilir 

Lalu, sekira abad ke-18 putranya yang bergelar Depati Malian berniat mengawini gadis keturunan ningrat yaitu putri dari Pengeran Ismail suku Kayuagung.

Mendengar kabar tersebut, pangeran Ismail mempunyai permintaan pada Pengeran Rejed, apabila akan menjadikan putrinya menantu maka tempatkan putrinya pada tempat yang layak, rumah berukuran besar yang dibangun dari kayu besi atau kayu onglen.

BACA JUGA: Melihat Rumah Limas di Uang Rp 10 Ribu, Miliki 5 Tingkatan dengan Makna Tertentu

"Tak hanya itu, Pangeran Ismail juga meminta syarat supaya tiang rumahnya harus berjumlah seratus buah yang juga terbuat dari jenis kayu serumpun berupa onglen," jelasnya.

Karena ingin memberikan yang terbaik bagi putranya maka Pangeran Rejed menyanggupi dan ia langsung mendatangkan arsitek dari Cina dan juga dari Arab untuk membangun rumah tersebut.

"Namun sayang, para arsitek yang didatangkan tidak mampu menyelesaikan rumah tersebut dalam waktu sepuluh tahun," bebernya.

Disebutkannya jika Pangeran Rejed selalu tidak pernah merasa puas dengan hasil yang dikerjakan oleh para arsitek.

BACA JUGA: Garuda Indonesia Beri Promo Menarik Ini Untuk Pelanggan Setia yang Ingin ke Palembang

"Sehingga para ahli atau arsiteknya tidak kuasa meneruskan keinginan Pangeran Rejed maka dengan hasil yang sudah setengah jadi, dan arsitek selalu berganti ganti," tandasnya.

Namun faktor kasulitan adalah mengenai ornamen rumah yang harus semuanya diukir, baik ukir timbul 3 dimensi maupun ukir dalam bentuk lukisan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Melisa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved