Tribun Sumsel Travel, Ajarkan Filosofi Hidup Berikut Tiga Fakta dibalik Pembuatan Kue Lapan Jam

"Kita belajar membagi waktu 24 jam dalam satu hari, 8 jam untuk bekerja, 8 jam istirahat dan 8 jam beribadah," jelasnya

Tribun Sumsel Travel, Ajarkan Filosofi Hidup Berikut Tiga Fakta dibalik Pembuatan Kue Lapan Jam
Istimewa
Kue Maksuba dan Kue Lapan Jam yang dikemas cantik oleh Toko Palembang Harum 

Laporan wartawan Tribunsumseltravel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSELTRAVEL.COM, PALEMBANG - Pernah kepikiran gak kalau makan kue, dibalik pembuatan kue tersebut ada sejarahnya.

Seperti kue khas Palembang ini, kue Lapan jam atau delapan jam yang memiliki nilai historikal.

Tidak hanya sebagai makanan tetapi kue khas Palembang ini juga masuk ke tradisi masyarakat Palembang.

Tribun Sumsel Travel, Mulai dari Engkak Medok Berikut 5 Jenis Kue Khas Palembang

"Jaman dahulu kue Palembang ini bisa dinikmati di hari-hari besar saja," ujar pemilik toko Palembang Harum yang juga menjual kue-kue basah khas Palembang Mardho Tilla.

Hari-hari besar itu, seperti saat lebaran, acara pernikahan dan lain sebagainya.

Dan kue ini di zaman kesultanan Palembang Darussalam menurut Budayawan Palembang dan dari orangtuanya bahwa kue ini adalah kue yang hanya bisa dinikmati oleh bangsawan saja.

Tribun Sumsel Travel, Mencicipi Bluder Kue Muffinnya Palembang 1 Kali Santap Bikin Kenyang

Tetapi seiring perkembangan zaman, bahan-bahan membuat kue ini dulunya memang mahal.

"Tapi sekarang setiap orang bisa menikmatinya," kata alumni Polsri jurusan Bahasa Inggris ini.

Video Travel: Menengok Klenteng 10 Ulu Palembang, Setiap Imlek Dihiasi Ribuan Lampion Cantik

Berikut fakta dibalik kue Lapan jam/delapan jam yang merupakan kue khas Palembang:

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Melisa
Editor: Melisa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved